EKONOMI KESEJAHTERAAN
A. Definisi teori ekonomi kesejahteraan
Teori ekonomi kesejahteraan mempelajari berbagai kondisi dimana acara penyelesaian dari model ekuilibrium umum dapat dikatakan optimal. Hal ini memrelukan antara lain alokasi optimal factor produksi diantara factor komuditi dan alokasi optimal (yaitu, distribusi pendapatan) diantara konsumen.
Alokasi dikatakan optimal pareto jika proses produksi tidak dapat diatur lagi sedemikain rupa guna menaikan output dari satu atau lebih komoditi tanpa harus mengurangi komoditi lain. Denghan demikian, dalam perekonomian dua komoditi, kurva kontrak komuditi, kurva kntrak produksi adalah tempat kedudukan alokasi factor produksi yang optimal ppareto dalam proses produksi kedua komoditi. Demikian pula, alokasi komoditi dapat dikatakan optimal pareto jika system produksi tidak dapat diatur lagi sedemikian rupa guna menambah uutilitas bagi satu atau lebih individu tanpa harus mengurangi utilitas individu lain. Dengan demikian dalam pereokonomian dua individu, kurva kontrak konsumsi adalah tempat kedudukan distribusi komoditi yang optimal pareto antara dua individu.
B. Kurva Batas Kemungkinan Utilitas
Dengan menetapkan kurva kontrak konsumsi, dari ruang output ke yruang utilitas, kita perole kurva batas kemungkinan utilitas. Kurva ini memperlihatkan berbagai nkombinasi utilitas yang di terima individu A dan B (yaitu uA dan uB) bila perekonomian sederhana dari bagian 14.1 berada dalam ekuilibrium umum pertukaran. Titik pada kurva kontrak konsumsi dimana MRSxy untuk A dan B sama dengan MRTxy menyatakan titik optimum pareto untuk produksi dan konsumsi pada kurva batas kemungkinan utilitas.
Contoh:
Jika kurva indiferen A1 dalam gambar sebelumnya mengacu pada titik 150 unit utilitas untuk individu A (yaitu, uA = 150 satuan utilitas) dan B3 mengacu pada uB = 450 satuan utilitas, kita dapat bergerak dari titik C pada kurva kontrak konsumsi (dalam ruang output) dari 14.4 ke titik C’ dari ruang utilitas dari gambar 14.5. Demikian pula jika A2 mengacu pada uA = 300 satuan utilitas dan B2 mengacu pada uB = 400 satuan utilitas, kita dapat begerak dari D dalam gambar 14.4 ke titik D’ dalam gambar 14.5. Dan jika A3 mengacu pada uA = 400 satuan utilitas sedangkan pada B1 mengacu pada uB = 150 satuan utilitas, kita dapat bergerak dari titik E dalam gambar 14.4 ke titik E’ dalam gambar 14.5. Dengan menghubungkan titik-titik C’, D’, dan E’, kita peroleh kurva batas kemingkinan utilitas FM lihat gambar berikut. Di titik D’ dalam gambar ini, perekonomian sederhgana ini secara simultan berada pada optimum pareto untuk produksi dan konsumsi.
Gambar 14.5
C. Kurva Batas Kemungkinan Utilitas Utama
Dengan menentukan titik lain pada kurva transformasi,kita dapat membuat diagram kota Edgeworth yang berada dalam kurva kontrak konsumsi. Dari ini kita dapat memperoleh kurva batas kemungkinan utilitas yang berbeda dan titik optimum pareto yang lain untuk produksi dan konsumsi. Proses ini dapat di ulang beberapa kali. Kemudian, dengan menghubungkan titik-titik optimum pareto yang dihasilkan untuk produksi dan pertukaran, kita dapat memperoleh Kurva bats kemungkinan utilit6as utama (grand utility possibility curve).
Contoh
Kurva batas kemungkinan utilitas FM’ dalam gambar 14.5 di peroleh dari kurva kontrak kosumsi yang di tarik dari titik OA ke titik M’ pada kurva transformasi dari gambar 14.4, jika kita menentukan titik lain pada kurva transformasi dari ganmbar 14.4. misalkan titik N’, kita membuat diagram kota Edgeworth yang lain dan memperoleh kurva kontrak konsumsi lain, yang di tarik dari titik OA ke titik N’ dalam gambar 14.4. dari kurva kontrak konsumsi ytang berbeda ini, kita dapoat memperooleh batas kemungkinan utilitas lain (FN’ dalam gambar 14.6) dan memperoleh titik optimum Pareto produksi dan pertukaran yang lain (titik T’ dalam gambar 14.6). kemudian dengan menghubungkan titik-titik D’, T’ dan titik lain yang diperoleh, kita dapat memperoleh kurva batas kemungkinan utulitas uatam adalah G dalam gambar 14.6. kurva kemungkinana utilitas utama adalah tempat kedudukan titik-titik optimum Pareto untuk produksi dan pertukaran. Yaitu, proses produksi distribusi tidak dapat di atur kembali sedemikian rupa guna membuat seseorang menajdi lebih lanjut sejahtera tanpa merugikan orang lain.
D. Fungsi Kesejahteraan Sosial
Satu-satunya cara yang memungkinkan untuk memutuskan mana dari antara titik optimum pareto pada kurva batas kemungkinan utilitas utama yang menunjukan kesajahteraan sosial maksimum adalah dengan menerima gagasan perbandingan utilitas antar individu. Dengan demikian, kita dapat menggambarkan fungsi kesejhahteraan soasial. Fungsi kesejahteraan sosial memperlihatkan berbagai kombinasi uA dan uB. yang memberikan tingkat kepuasaan atau klesejahteraan yang sama kepada masyarakat.
Contoh
Dalam gambar 14.7, W1, W2, dan W3 adalah fungsi kesejahteraan sosial atau kurva indiferen sosial dari peta kesejahteraan masyarakat yang bersifat padat (dense welfare map). Seluruh tidak pada kurva tertentu ,memberikan tingkat kepuasaan atau kesejahteraaan yang sama kepada masyarakat. Masyarakat lebih menyukai titik pada fungsi kesejahteraan soial yang lebih rendah. Namun demikian, perhatikanlah bahwa gerakaan sepanjang kurva kesejahteraan sosial membuat keadaan seorang individu menjadi lebih kesejahteraan dan keadaan individu lainnya menjadi lebih buruk. Dengan demikian, untuk membuat fungsi kesejahteraan sosial, masyarakat harus mengadakan pertimbangan etis atau pertimbangan nilai (perbandingan utilitas antarindividu).
E. Titik Kesejahteraan Sosial Maksimum
Kesejahteraan sosial maksimum dicapai pada titik di mana batas kemungkinan utilitas utama bersinggungan dengan kurva kesejahteraan sosial.
Contoh:
Dengan memempatkan peta kesejahteraan sosial atau peta kepuasaan sama dari Gambar 14.7 secara berimpit dengan kurva batas kemungkinan utilitas utama dari gambar 14.6, kita dapat menentukan titik kesejahteraan sosial maksimum yaitu pada titik D’ dalam gambar 14.8. dari seluruh titik optimum pareto untuk produksi dan distribusi yang tidak terbatas jumlahnya pada kurva batas kemungkinan utilitas utama, kita memilih titik yang menunjukan kesejahteraan soial maksimum. Perhatikanlah, bahwa kita sekarang menghilangkan unsure ketidakpastian (tentang besarnya X dan Y yang harus diproduksi) yang akan kita bahas pada akhir contoh 5. Yaitu, kita sekarang mengetahui bahwa, agar masyarakat dapat memaksimumkan kesejahteraan :
(1) uA harus sama dengan 300 unit satuan utilitas dengan sedangkan uB harus sama dengan 400 satuan utilitas
(2) masyarakayt harus memproduksi 12X dan 12Y
(3) individu harus menerima 7X dan 5Y sedangkan individu B sisanya sebanyak 5X dan 7Y
(4) untuk memproduksi 12X harus digunakan 8L dan 5K dan untuk memproduksi 12Y harus digunakan sisanya sebanyak 6L dan 7K. dengan demikian kita mendapatkan car penyelesaian ekuilibrium umum yang memaksimumkan kesejahteraan sosial.
F. Persaingan Sempurna dan Efesiensi Ekonomi
Kita telah melihatr bahwa, untuk mencapai optimum pareto produksi dan distribusi, tiga perangkat kondisi yang berikut harus terpenuhi secara simultan;
1. (MRTSLK)X = (MRTSLK)Y
2. (MRSXY)A = (MRSXY)¬B
3. (MRSXY)A = (MRSXY)¬B = MRTXY
Ketiga kondisi ini akan terpenuhi bila seluruh pasar dalam perekonomian bersifat persaingan sempurna.
G. Eksternalitas dan Kegagalan Pasar
Eksternalitas adalah selisih antara biaya perorangan dan biaya sosial atau antara keuntungan perorangan dan keuntungan sosial. Dalam berbagai kasus “kegagalan pasar” mengejar keuntungan perorangan tidak akan membawa pada kesejahteraan sosial maksimum, meskipun persaingan sempurna ada dalam seluruh pasar.
H. Barang-Barang Publik
Kegagalan pasar bersumber dari kerberadaan barang publik (public goods). Barang public merupakan barang yang bebas di konsumsi, yaitu pemanfaatan barnag atau jasa tersebut oleh seseorang sama sekali tidak mengurangi kesempatan bagi orang lain untuk turut menikmatinya. Sebagai contoh adalah televise. Sedangkan yang lain adalah barang public yang nonekslusif misalnya pertahanan nasional suatu negara, setiap warga negara yang membayar pajak maupun yang tidak membayar pajak, bisa menikmatinya dengan bebas.
Contoh
Pada gambar di bawah ini dA dan dB masing-masing adalah kurva permintaan permintaan terhadap barang publik X oleh individu A dan individu B. jika A dan B hanya merupakan individu-individu dipasar, maka kurva permintaan agregat barang public X, di nyatakan dengan DT, yang di peroleh dengan menjumlahkan dA dan dB secara vertical. Alasannya adalah bahwa setiap unti barang dapat di konsumsi oleh kedua individu itu dalam waktu bersamaan. Bila penawaran pasar untuk barang public X adalah Sx, maka jumlah optimal X adalah 4 unit per periode waktu (ditunjukan oleh perpotongan waktu DT dan Sx di titik E). Pada titik E, jumlah manfaat marjinal yang dinikmati individu sama dengan biaya marjinal dalam memproduksi 4 unit barang public tersebut (yakni, AB + BC = AE).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar